Apa Itu FOMO? Rasa Takut Ketinggalan Tren di Media Sosial

Apa Itu FOMO? Rasa Takut Ketinggalan Tren di Media Sosial

Pernah nggak, kamu merasa dunia bergerak terlalu cepat, dan kamu seperti sedang mengejar-ngejar sesuatu yang nggak pernah terjangkau? Perasaan itu, semacam ketertinggalan, adalah hal yang biasa muncul ketika kita terlalu tenggelam di media sosial.

Semua orang terlihat selalu menikmati hidupnya, sementara kita merasa stuck di tempat yang sama. Kalau kamu pernah merasakan hal itu, mungkin kamu sedang mengalami FOMO.

Tapi, sebenarnya apa itu FOMO? Dari mana sih istilah ini berasal? Dan apa yang membuat fenomena ini begitu dekat dengan generasi kita? Yuk, ngobrol lebih lanjut sambil memahami apa itu FOMO, dampaknya pada kehidupan kita, dan bagaimana cara melaluinya.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Pengertian FOMO

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out. Ini adalah rasa cemas atau takut yang muncul ketika kita merasa kehilangan momen atau kesempatan yang menurut kita sedang dinikmati oleh orang lain.

Misalnya, ketika teman-teman mem-posting liburan ke Bali, atau ada tren fashion terbaru yang viral di TikTok, kita merasa "Ini gue banget! Tapi kok gue nggak ikut-ikutan sih?"

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Patrick McGinnis, penulis asal Amerika, tahun 2004. Dia melihat bahwa era media sosial dan internet membawa manusia ke titik di mana tak ada yang ingin "ketinggalan momentum."

Karena itu, FOMO hadir sebagai gambaran kecemasan yang hampir semua orang pernah rasakan, terlebih dengan berkembang pesatnya media sosial.

Penyebab FOMO

Jadi, apa sih penyebabnya? Apa yang membuat FOMO begitu merasuki kita?

Pengaruh Media Sosial

Bukankah postingan media sosial hampir selalu terlihat sempurna? Pantai eksotis, pakaian trendy, makanan menggiurkan, semua terasa terlalu indah untuk dilewatkan. Algoritma media sosial sendiri dirancang untuk menciptakan ketertarikan. Jadi, wajar saja jika kita sering merasa tertarik dan akhirnya takut “ketinggalan.”

Tekanan Sosial

Ketika semua orang di sekitar kita mengikuti tren baru, mulai dari mencoba kafe estetik terbaru hingga menonton pertunjukan band terkenal, rasanya kita harus ikut juga. Kalau nggak, kita takut dianggap nggak keren atau nggak relevan.

Kebiasaan Membandingkan Diri

"Nggak ada yang lebih bahagia daripada dirinya di Instagram." Pernah merasa begini? Karena media sosial sering menampilkan sisi terbaik seseorang, kita tanpa sadar mulai membandingkan hidup kita dengan apa yang kita lihat di layar.

Dampak Negatif FOMO

FOMO bukan cuma tentang rasa ketinggalan, ada dampak yang lebih besar dari itu.

1. Mengganggu Kesehatan Mental

Ketika kita terus-menerus merasa ketinggalan, itu bisa memengaruhi rasa percaya diri. Perasaan insecure dan kurang puas terhadap hidup adalah efek jangka panjang yang nggak bisa diremehkan.

2. Konsumtif & Impulsif

Beli outfit mahal karena semua orang lagi pakai tren yang sama? Atau membeli tiket konser hanya supaya bisa nge-post di Instagram? FOMO sering memicu perilaku impulsif yang sebenarnya nggak sesuai dengan kebutuhan (atau bahkan kemampuan) kita.

3. Produktivitas Terganggu

Terus-terusan scroll TikTok atau Instagram saat sedang kerja? Akibatnya, tugas jadi nggak selesai, dan waktu yang seharusnya produktif malah habis untuk hal lain.

Cara Mengatasi FOMO

Tenang, FOMO bukan sesuatu yang nggak bisa diatasi. Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk melawan rasa FOMO ini, sehingga kamu bisa lebih damai menikmati hidup.

Journaling

Kalau di Instagram kita memposting momen untuk mendapat likes, coba alihkan semua cerita itu ke jurnal pribadi. Tuliskan apa yang kamu rasakan sepanjang hari tanpa harus membandingkan diri dengan siapa pun.

Menurut penelitian, journaling membantu meredakan kecemasan, meningkatkan rasa syukur, dan bahkan meningkatkan kesehatan mental.

Kurangi Penggunaan Media Sosial

Istirahat sejenak dari layar bisa membawa dampak besar. Cobalah untuk mengatur waktu tertentu di mana kamu tidak memeriksa media sosial sama sekali. Kamu akan terkejut melihat berapa banyak waktu yang bisa diselamatkan.

Fokus pada Hobi

Apa kegiatan yang membuatmu bahagia? Memasak, melukis, membaca? Fokus pada hal-hal yang membawa kebahagiaan autentik bisa menjadi cara terbaik untuk melupakan apa yang orang lain sedang lakukan di luar sana.

Berlatih Mindfulness

Nikmati momen saat ini tanpa memikirkan apa yang mungkin terjadi di tempat lain. Dengan mindfulness, kamu dilatih untuk sadar sepenuhnya terhadap apa yang terjadi di sekitarmu sekarang.

Belajar dari JOMO, Alternatif Positif dari FOMO

Lawan dari FOMO adalah JOMO, atau Joy of Missing Out. Ini tentang merangkul keheningan dan ketenangan di tengah hiruk-pikuk media sosial. Alih-alih merasa tertinggal, kamu justru menikmati apa yang saat ini ada di depan matamu.

Orang yang mengadopsi JOMO biasanya lebih menikmati momen kecil, seperti menghargai kopi pagi, atau membaca buku tanpa ada gangguan notifikasi. Jadi, kapan terakhir kali kamu merasa bahagia tanpa melihat ponsel?

FOMO memang sulit untuk dihindari 100%, tapi bukan berarti kita harus membiarkannya mengendalikan hidup. Ingatlah bahwa media sosial adalah highlight reel, bukan realita penuh orang lain. Nikmati apa yang membuatmu bahagia tanpa harus menengok ke kiri atau kanan.

Karena pada akhirnya, bahagia itu bukan tentang siapa yang ada di depanmu, di belakangmu, atau yang sedang viral di Instagram, tapi tentang dirimu sendiri, di sini, dan saat ini.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak